1. Manusia Sebagai Mahluk Beradab dan Masyarakat Adab
Manusia sebagai mahluk yang beradab sebab manusia dianugrahi HARKAT, MARTABAT serta POTENSI KEMANUSIAAN YANG TINGGI oleg ALLOH SWT.
Dalam perkembangan bisa jatuh dalam prilaku kebiadaban dikarenakan oleh tidak mampu menyeimbangkan atau mengendalikan cipta , rasa dan karsa yang dimilikinya manusia tersebut telah melanggar hakikat kemanusiaan.
Wujud peradaban moral:
1. Nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dengan kesusilaan
2. Norma: aturan, ukuran, atau pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu benat atau salah, baik atau buruk
3. etika : nilai-nilai dan norma moral tentang apa yuang baik dan buruk yang menjadi pegangan dalam mengatur tingkah laku manusia, bisa juga diartikan sebagai etiket, sopan santun.
4. Estetika : berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan, mencakup kesatuan, keselarasan, dan kebalikan.
blog ini saya buat untuk memenuhi tugas mata kuliah ISBD dengan dosen pengampu Drs. Ana Maulana,M.Pd
Selasa, 07 Juni 2011
MANUSIA DAN PERADABAN (CIVILIZATION) posting ke-7
Peradaban adalah kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu pada suatu masyarakat, yang tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi, dan spiritual.
beberapa arti dari peradaban
- Damono, 2001 menyatakan adab berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekerti
- Konjaraningrat (1990 : 182) menyatakan peradaban untuk menyebut bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya: kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian manusia, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai sistem teknilogi dan masyarakat koyta yang maju dan komplek.
beberapa arti dari peradaban
- Damono, 2001 menyatakan adab berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekerti
- Konjaraningrat (1990 : 182) menyatakan peradaban untuk menyebut bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya: kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian manusia, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai sistem teknilogi dan masyarakat koyta yang maju dan komplek.
Minggu, 10 April 2011
POSTING 2_ Do You Know About Social Froblem ??? Why ? Jelaskan dan berikan solusinya..!
Laten Social Froblem terjadi akibat dari masalah sosial, masalah sosial terjadi karena ada tata kelakuan yang menyimpang dengan nilai, norma, agama, hukum, kebudayaan.
Lalu, Apa Laten Social froblem tersebut ???
Laten Social Froblem merupakan suatu masalah sosial yang sudah mendarah daging, tetapi kita tidak merasakan dan tidak menyadari bahkan merasa bahwa itu bukanlah suatu gejala masalah sosial.
Apabila Laten Social Froblem dibiarkan, akan menjadi Kebiasaan -> Cultur -> dan berakhir pada mental. Contohnya Kesiangan, Misalkan seorang pengajar, Dosen ataupun Mahasiswa yang selalu datang terlambat dalam masalah belajar-mengajar, dihari pertama atau kedua masih wajar bila kesiangan. Akan tetapi kalau terus-menerus selalu kesiangan maka hal itu sudah menjadi kebiasaanya. Dan bahkan sudah tidak menganggap itu suatu masalah sosial yang bahkan mengakibatkan bisa merugikan diri sendiri atau orang lain.
Solusi untuk mengatasi masalah tersebut, Setiap orang harus mempunyai kesadaran yang penuh dalam dirinya untuk mencapai suatu perubahan yang tidak menyimpang dari nilai, norma, hukum, maupun agama. Dan bila perlu dengan pendidikan yang komprehensif.
Posting 1 Dari Soal : Cinta, kasih, kemesraan, Pemujaan yang terselimuti nilai norma dan agama bisa membawa pada kehidupan manusia yang homohumanus. Tapi kenyataan terjadi, mengapa ada Dehumanisasi (ibu dalang pembunuhan anak, kekasih membunuh sang kekasih) Why ??
CINTA memang sesuatu yang indah dan mempunyai banyak arti, tapi cinta pun bisa menjadi sesuatu yang tidak berarti bahkan akibat cinta bisa menggugurkan arti dari nilai kemanusiaan.
Lalu, ada apa dengan CINTA ??
Cinta memang sesuatu yang bersifat manusiawi dan tidak bisa dipisahkan dari setiap insan, apabila cinta dan selimut cinta kita jaga dengan sebaik mungkin, maka dunia akan menjadi lebih indah. Tetapi sebaliknya, apabila cinta dan selimut cinta tidak kita jaga dengan sebaik mungkin maka unsur cinta pun akan menghilang bahkan samapi terjadi Dehumanisasi. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena cinta yang dimilikinya sudah mulai retak, selimut cinta (agama, norma, moral dan nilai) pun mulai menghilang. Dan ketika selimut cinta sudah mulai benar-benar menghilang, maka dari situ timbullah nafsu yang selalu cenderung ingin memuaskan dan penuh paksaan, lalu timbullah sesuatu yang bisa menghilangkan salah satu bahkan semua dari keutuhan cinta. dan akhirnya sesuatu yang buruk bisa terjadi, seperti pemerkosaan, pencabulan, hingga sampai ke pembunuhan.
Naudzubillah..................
Maka jagalah cinta dan selimutilah cinta dengan agama, norma, moral dan nilai. Insyaalloh, ALLOH akan selalu bersama kita. Amin,,,
Minggu, 20 Maret 2011
posting ketiga
- Manusia sebagai mahluk Politik
Sebagai mahluk politik, manusia selalu membutuhkan orang lain dan memiliki strategi dalam mempertahankan kehidupannya, sehingga kehidupannya dalam masyarakat dan organisasi social merupakan sebuah keharusan. Manusia diberi kemampuan berfikir untuk memepertahankan hidupnya. Maka dari itu, timbullah suatu cara agar manusia dapat memenuhi kehidupannya dan bias bersaing mengalahkan orang lain yang dinamakan dengan politik. Dengan politik manusia bias merencanakan dan menyusun strategi dalam bertindak. Karena manusia tidak lepas dari yang namanya politik, maka dari itu semua manusia dinamakan sebagai mahluk politik. Cirinya dapat kita lihat dalam kehidupan, manusia selalu ditandai dengan adanya penentuan atas pilihan-pilihan dalam menjalani hidupnya. Dalam kehidupan, tak jarang manusia memiliki keinginan (cita-cita ) yang sama. Untuk mewujudkannya maka manusia memainkan perannya sebagai mahluk yang memilih (mahluk politik)untuk menentkan bahaimana cara merealisasikan keinginan tersebut.
- Manusia sebagai mahluk ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu ilmu social yang mempelajari aktvitas manusiayang berhubungahn dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya harus sesuai dengan kemampuannya. Kegiatan inilah yang menunjukan kedudukan manusia sebagai mahluk ekomoni (HOMOECONOMICUS).
Sebagai mahluk social dan mahluk ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu imu social yang mempelajari aktifitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Untuk memenui kebutuhannya, manusia melakukan berbagai kegiatan. Kegiatan manusia dalam memenuhi aytau memuaskan kebutuhannya harus sesuai dengan kemampuannya. Kegiatan inilah yang menunjukan kedudukan manusia sebagai makhluk ekonomi ( homoeconomicoens ).
Sebagai nakhluk social dan makhluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi.
Kita harus bijaksana dalam memenuhi kebutuhan, karna setiap kebutuhan menuntut pemenuhan. Namun, dalam memenuhi kebutuhan itu, kita harus memperhatikan kemempuan kita dan juga harus mencari alternative untuk memenuhi kebutuhan itu. Sebagai makhluk ekonomi yang bermoral, manusia berusaha memilih dan menggunakan sumberdaya yang ada untuk memenuhi kebutuhannya dengan memperhatikan nilai- nilai agama dan norma- norma social, tidak merugikan orang lain, menggunakan sumberdaya alam secara selektif, serta memperhatikan kelestarian lingkungan.
- Manusia sebagai makhluk fsikologi
Manusia adalah makhluk fsikologi yang memiliki bawaa universal, unik da terus dikaji oleh para ahli humaniora. Dilihat dari sudut pandang fsiklogonya manusia sebagai insane karna dalam bahasa arab menunjuk manusia sebagai makhluk fsikologi, kata insane berasal dari 3 asal kata.UNS bermakna mesra, harmonis, jinak, tampak.
- Manusia Sebagai makhluk berbudaya
Masalah kebudayaan : segala tata nilai, sikap mental, pola piker, pola tingkah laku, dalam berbagai aspek kehidupan yang tidak memuaskan bagi warga masyarakat secara keseluruhan
Manusia berbudaya mampu menciptakan kebaikan kebe
naran, keadilan dan bertanggung jawab.
Masalah social
MANUSIA DAN PERMASAALAHANNYA
Masalah social, menurut soerjono soekanto masalah social adalah suatu ketidak sesuaian antara unsur kebudayaan atau masyarakat . Masalah social muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Sabuah masalah dikatakan sebagai masalah social apabila bersangkutan dengan hubungan antar manusia dan mengganggu kebutuhan masyarakat.pada dasarnya masalah social menyangkut nilai-nilai social dan moral.
Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan
Kenapa disebut masalah social ?
Karena bersangkutan dengan hunungan antara manusia dan didalam kerangka bagian – bagian kebudayaan yang niomatif
MERUMUSKAN MASALAH SOSIAL
Dengan membuat indeks- indeks
- Indeks simple rates
- conposit indices
Penyebab masalah social diklasifikasikan dalam 4 katagori :
- Faktor ekonomis
- Faktor biologis
- Faktor fsikologis
- Faktor kebudayaan
KRITERIA UTAMA SUATU MASALAH SOSIAL
Tidak adanya peersessuaian antara ukuran – ukuran dan nilai- nilai social dengan kenyataan- kenyataan serta tindakan social
Sumber- sumber masalah social
Pihak-pihak yamg menetapkan apakah suatu kepincanagn merupakan masalah social atau tidak.
Manifest social problem dan latent social problem
Perhatian masyarakat dan masalah social
MANIFEST SOCIAL PROBLEM
Menyangkut hal – hal yang bertentanganatau berlawanan dengan nilai – nilai masyarakat akan tetapi tidak diakui demikian halnya.
Gejala dan masalah social ; merupakan ungkapan hasil hubungan bberapa aspek kehidupan social .dalam kerangka krja study soosial kita dituntut menghubungkan beberapa bidang ilmu pengetahuan social sesuai denagan gejala dan masalah yang sedanh kita telaah.
pendekatan ini dikenal dengan pendekatan interdisipliner dan multtidisipliner.
Sabtu, 12 Maret 2011
Pengertian Ilmu Sosial Budaya Dasar
MBB-ISBD SEBAGAI GENERAL EDUCATION DI PERGURUAN TINGGI
Pendidikan Umum (General Education) di Indonesia merupakan studi (bidang kajian)yang membekali perserta didik berupa kemampuan dasar tentang pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai dasar kemanusiaan sebagai makhluk Tuhan, sebagai pribadi, anggota keluarga, masyarakat, warga negara, dan sebagai bagian dari alam.
PENGERTIAN ISBD
ISBD sebagai integrasi antara ISD dan IBD memeberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa sehingga mampu mengkaji masalah sosial kemanusiaan dan budaya. Selanjutnya, mahasiswa menjadi peka, tanggap, kritis, serta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.
(pembangunan karakter manusia)
ISBD sebagai kajian masalah sosial, kemanusiaan dan budaya sekaligus pula member dasar pendekatan yang bersumber dari dasar-dasar ilmu sosial yang terintegrasi.
ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya, dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya.
Ilmu Sosial Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah umum termasuk pada kelompok mata kuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB).
ISBD merupakan mata kuliah dasar mengenai pengembangan kepribadian dan wawasan sosial budaya mahasiswa dalam menanggapi dan memecahkan masalah sosial budaya dan kemasyarakatan yang timbul pada masyarakat.
: usaha pendidikan dalam menelaah masalah sosial dengan menggunakan fakta, konsep dan teori-teori yang diperoleh dan dikembangkan oleh berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial.
FUNGSI ISBD
Memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kebudayaan agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar.
VISI ISBD
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
MISI ISBD
Memberikan landasan dan wawasan yang luas serta menumbuhkan sikap yang kritis, peka dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman dan kesederajatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya.
KOMPETENSI ISBD
Menjadi ilmuwan dan professional yang berpikir kritis, kreatif, sistemik dan ilmiah, berwawasan luas, etis, estetis serta memiliki apresiasi, kepekaan dan empati sosial, bersikap demokratis, berkeadaban serta ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial budaya secara arif.
TUJUAN ISBD
- Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
- Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
- Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan makhluk sosial yang beradab dalam mempraktekkan pengetahuan akademik dan keahliannya.
- Makhluk sosial yang beradab dalam mempraktekkan pengetahuan akademik dan keahliannya.
LANDASAN MBB-ISBD DIAJARKAN DI PERGURUAN TINGGI UMUM
1. Landasan Historis
- Nenek moyang kita orang beragama, terbukti dengan peninggalan sejarahnya- Memiliki warisan bedaya dan peradaban tinggi
- Bangsa Indonesia dikenali sebagai bangsa yang ramah, cinta damai, toleran, bergotongroyong
2. Landasan Filosofis
- Bangsa Indonesia memiliki falsafah hidup pancasila, yaitu:
- Ketuhanan yang Maha Esa
- Kemanusiaan yang adil dan beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
- Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
3. Landasan Yuridis
- UUD 45 Pasal 30, 31 2.
- UU No 20 TH 2003 ttg Sisdiknas
- Kep.Mendiknas No. 232/U/2000 dan No. 045/U/2002) ttg Kurikulum Inti
- KEP.Dirjen Dikti. No 30/DIKTI/Kep/2003 ttg Rambu-rambu Pelak MPK di PT
- Surat Edaran Dirjen Dikti : No 1058/D/T/ 2003 ttg Pelak
- Kep Dirjen Dikti No 306. KEP. Dirjen Dikti : No 29/DIKTI/Kep/2004 ttg Pengangkatan Tim Pembina Kel MPK dan MBB
4. Landasan Pedagogis
Tujuan pendidikan adalah mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya
- Mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya diperlukan suatu proses secara terencana, terus menerus dan berkesinambungan (disebut proses pendidikan)
- Kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat perlu adanya pewarisan pengetahuan, nilai religi, dan social budaya
- Dalam pergaulan global perlu mempertahankan jati diri sebagai bangsa yang beragama, berdaulat, dan bermartabat.
TUJUAN PENDIDIKAN UMUM (MKU) DI PERGURUAN TINGGI
- Memberikan pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mampu berpikir secara interdisipliner dan mampu memahami pikiran para ahli berbagai ilmu pengetahuan yang ada, sehingga memudahkan mereka untuk berkomunikasi.
- Sebagai usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa agar mampu berperan sebagai anggota masyarakat, bangsa dan agama.
- Untuk menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah – masalah dan kenyataan – kenyataan social yang timbul di dalam masyarakat khususnya Indonesia.
TUJUAN MATA KULIAH UMUM
Secara khusus mata kuliah dasar umum bertujuan untuk menghasilkan warga Negara sarjana yang :
- Berjiwa pancasila, sehingga segala keputusan serta tindakanya mencerminkan pengalaman nilai – nilai pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dankemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
- Taqwa terhadap tuhan yang maha esa. Bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya dan memiliki toleransi terhadap pemeluk agama lain.
- Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama – sama mampu berperan serta meningkatkan kualitas, maupun lingkungan alamiahnya dan secara bersama – sama berperan serta di dalam pelestariannya.
- Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral didalam menyikapi permasalahan kehidupan baik social, politik maupun pertahanan keamanan.Pendidikan umum yang diselenggarakan oleh universitas dan institute ini kemudian dikenal dengan nama mata kuliah dasar umum ( MKDU ). Dalam mata kuliah dasar umum ( MKDU ) ini mencakup beberapa mata kuliah, diantaranya adalah :
- AGAMA
- KEWARGANEGARAAN
- PANCASILA
- KEWIRAAN
- IBD, dan
- ISD
KARAKTER MASYARAKAT MADANI (VISI INDONESIA 2020)
Visi Indonesia 2020 adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri, serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara.
Untuk mengukur tingkat keberhasilan terwujudnya Visi Indonesia 2020 dipergunakan indikator-indikator utama sebagai berikut :
1. Religius
- terwujudnya masyarakat yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia sehingga ajaran agama, khususnya yang bersifat universal dan nilai-nilai luhur budaya, terutama kejujuran, dihayati dan diamalkan dalam perilaku kesehariannya;
- terwujudnya toleransi antar dan antara umat beragama;
- terwujudnya penghormatan terhadap martabat kemanusiaan.
2. Manusiawi
- terwujudnya masyarakat yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab;
- terwujudnya hubungan harmonis antar manusia Indonesia tanpa membedakan latar belakang budaya, suku, ras, agama, dan lain-lain;
- perkembangan dinamika kehidupan bermasyarakat ke arah peningkatan harkat dan martabat manusia;
- terwujudnya keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
3. Bersatu
- meningkatnya semangat persatuan dan kerukunan bangsa;
- meningkatnya toleransi, kepedulian, dan tanggung jawab sosial;
- berkembangnya budaya dan perilaku sportif serta menghargai dan menerima perbedaan dan kemajemukan;
- berkembangnya semangat antikekerasan;
- berkembangnya dialog secara wajar dan saling menghormati antar kelompok dalam masyarakat.
4. Demokratis
- terwujudnya keseimbangan kekuasaan antara lembaga penyelenggara negara dan hubungan kekuasaan antara pemerintah nasional dan daerah;
- menguatnya partisipasi politik sebagai perwujudan kedaulatan rakyat melalui pemilihan umum yang jujur, adil, langsung, umum, bebas, dan rahasia, efektifitas peran dan fungsi partai politik dan kontrol sosial masyarakat yang semakin meluas;
- berkembangnya organisasi sosial, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi politik yang bersifat terbuka;
- terwujudnya mekanisme kontrol di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara;
- berkembangnya budaya demokrasi: transparansi, akuntabilitas, jujur, sportif, menghargai perbedaan;
- berkembangnya sistem kepemimpinan yang regaliter dan rasional.
5. Adil
- tegaknya hukum yang berkeadilan tanpa diskriminasi;
- terwujudnya institusi dan aparat hukum yang bersih dan profesional;
- terwujudnya penegakkan hak asasi manusia;
- terwujudnya keadilan gender;
- terwujudnya budaya penghargaan dan kepatuhan terhadap hukum;
- terwujudnya keadilan dalam distribusi pendapatan, sumber daya ekonomi dan penguasaan aset ekonomi, serta hilangnya pratek monopoli;
- tersedianya peluang yang lebih besar bagi kelompok ekonomi kecil, penduduk miskin dan tertinggal.
6. Sejahtera
- meluasnya kesempatan kerja dan meningkatnya pendapatan penduduk sehingga bangsa Indonesia menjadi sejahtera dan mandiri;
- meningkatnya angka partisipasi murni anak usia sekolah;
- terpenuhinya sistem pelayanan umum, bagi selmruh lapisan masyarakat, termasuk pelayanan kepada penyandang cacat dan usia lanjut, seperti pelayanan transportasi, komunikasi, penyediaan energi dan air bersih;
- tercapainya hak atas hidup sehat bagi seluruh lapisan masyarakat melalui sistem kesehatan yang dapat menjamin terlindunginya masyarakat dari berbagai resiko yang dapat mempengaruhi kesehatan dan tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau, dan merata;
- meningkatnya indeks pengembangan manusia (human development index), yang menggambarkan keadaan ekonomi, pendidikan dan kesehatan qecara terpadu;
- terwujudnya pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam yang adil, merata, ramah lingkungan dan berkelanjutan;
- terwujudnya keamanan dan rasa aman dalam masyarakat.
7. Maju
- meningkatnya kemampuan bangsa dalam pergaulan antar bangsa;
- meningkatnya kualitas SDM sehingga mampu bekerjasama dan bersaing dalam era globalisasi;
- menignkatnya kualitas pendidikan sehingga menghasilkan tenaga yang kompeten sesuai dengan standar nasional dan internasional;
- meningkatnay disiplin dan etos kerja;
- meningkatnya penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi sertapembudayaannya dalam masyarakat;
- teraktualisainya keragaman budaya Indonesia.
8. Mandiri
- memiliki kemampuan dan ketangguhan dalam menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah-tengah pergaulan antas bangsa agar sejajar dengan bangsa-bangsa lain;
- terwujudnya politik luar negeri yang berkepribadian dan bebesa aktif;
- terwujudnya ekonomi Indonesia yang bertumpu pada kemampuan serta potensi bangsa dan negara termasuk menyelesaikan hutang luar negeri;
- memiliki kepribadian bangsa dan identitas budaya indonesia yang berakar dari potensi budaya daerah.
9. Baik dan Bersih dalam Penyelenggaraan Negara
- terwujudnya penyelengaraan negara yang profesional, transparan, akuntabel, memiliki kredibilitas dan bebas KKN;
- terbentuknya penyelenggara negara yang peka dan tanggap terhadap kepentingan dan aspirasi rakyat di seluruh wilayah negara termasuk daerah terpencil dan perbatasan;
- berkembangnya transparansi dalam budaya dan perilaku serta aktivitas politik dan pemerintahan.
Visi Indonesia 2020 perlu disosialisasikan sehingga dipahami dan dipergunakan oleh masyarakat sebagai acuan dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan Visi Indonesia 2020 diharapkan secara bertahap akan dapat diwujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia, yaitu masyarakat adil dan makmur yang diberkati Tuhan Yang Maha Esa.
SARJANA DIHARAPKAN MEMILIKI TIGA JENIS KEMAMPUAN
- Kemampuan Personal / Personality, Kemampuan Kepribadian. Memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai agama, kemasyarakatan dan kenegaraan
- Kemampuan akademik, kemampuan komunikasi ilmiah, lisan, dan tulisan, berfikir logis, kritis, sistematik analitik (Rasional, empiris, general (umum), sistematis, metodologis, akumulatif).
- Kemampuan Profesional
Memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesi.
KEPRIBADIAN INDONESIA
- Sadar akan hak, kewajiban dan tanggung jawab etis moril dan politis terhadap kepentingan bangsa dan negara yg ditampilkan dalam wujud keteladanan yg baik.
- Dengan sadar mentaati hukum dan UUD 1945, memiliki disiplin pribadi serta disiplin sosial dan kesadaran nasional yg teguh dan tidak sempit (chauvinistis).
- Berpandangan jauh kedepan, memiliki tekad perjuangan untuk mencapai taraf kehidupan bangsa yg lebih tinggi didasarkan pada kemampuan objektif dan kekuatan kolektif bangsa Indonesia.
- Aktif dan kreatif dlm kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam kegiatan pembangunan nasional dan pembangunan politik. Mampu menilai ulang gagasan asing dan nilai-nilai asing yg tdk sesuai dgn kepribadian bangsa.
Kamis, 03 Maret 2011
Ilmu Sosial Budaya Dasar (Posting Pertama)
Dalam mempelajari ISBD kita harus memiliki KONSEP 5M, yaitu :
1. Mengetahui
2. Mengerti 4. Menghayati
5. Mengamalkan (Actualisasi diri)
1. Mengetahui
2. Mengerti
3. Memahami
5. Mengamalkan (Actualisasi diri)
Sehingga dengan memiliki KONSEP 5M diatas, diharapkan bisa melahirkan sarjana yang memiliki 3 jenis kemampuan, diantaranya :
1. Kemampuan Personal/Personality, Kemampuan Kepribadian
Memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian bangsa indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai agama, kemasyarakatan dan kenegaraan.
1. Kemampuan Personal/Personality, Kemampuan Kepribadian
Memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian bangsa indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai agama, kemasyarakatan dan kenegaraan.
Yang dimaksud kepribadian bangsa Indonesia yaitu,
· Sadar akan hak, kewajiban dan tanggung jawab etis moril dan politis terhadap kepentingan bangsa dan Negara yang ditampilkan dalam wujud keteladanan yang baik
· Dengan dasar mentaati hukum dan UUD 45, memiliki disiplin pribadiderta disiplin social dan kesadaran yang teguh dan tidak sempit
· Berpandangan jauh ke depan, memiliki tekad perjuangan untuk mencapai taraf kehidupan bangsa yang lebih tinggi didasarkan pada kemempuan objektif dan kekuatan kolektif bangsa
· Aktif dan kreatif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
· Mampu menilai ulang gagasan asing dan nilai-nilai asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa
Bangsa Indonesia harus mempunyai kepribadian untuk mampu menilai ulang gagasan asing dan nilai-nilai asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Yang nantinya diharapkan akan mencetak :
1. Manusia unggul (cerdas) secara intelektual,
2. Anggun secara moral,
3. Kompeten menguasai IPTEK,
4. Memiliki komitmen tinggi untuk berbagi peran sosial.
1. Manusia unggul (cerdas) secara intelektual,
2. Anggun secara moral,
3. Kompeten menguasai IPTEK,
4. Memiliki komitmen tinggi untuk berbagi peran sosial.
2. Kemampuan Akademik
a. Kemampuan komunikasi ilmiah,
b. Lisan dan tulisan,
c. Berfikir logis,
d. Kritis,
e. Sistematika analitik,
f. Rasional, empiris, general (umum), sistematis, metodologis, akumulatif.
a. Kemampuan komunikasi ilmiah,
b. Lisan dan tulisan,
c. Berfikir logis,
d. Kritis,
e. Sistematika analitik,
f. Rasional, empiris, general (umum), sistematis, metodologis, akumulatif.
3. Kemampuan Profesional
Memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.
Memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.
Dimana posisi anda (mahasiswa) dalam kedidupan masyarakat? Apakah UPPER CLAS, MIDDLE CLASS, atau LOWER CLASS?jawabanya adalah dilapisan UPPER CLASS, kenapa? Karena masyarakat menganggap mahasiswa sebagai kaum intelektual.
Harapan :
1. manusia unggul (Cerdas ) secara intelektual
2. Anggun secara moral
3. Kompeten menguasai IPTEK
4. Memiliki Komitmen tinggi untuk berbagai peran sosial
Langganan:
Postingan (Atom)